3 Museum di Kota Malang untuk Wisata Edukasi: Sejarah, Arkeologi, hingga Musik

Ilustrasi wisata edukasi di Kota Malang dengan bangunan heritage, monumen, dan suasana kota.

Mencari alternatif wisata di Kota Malang selain taman, pusat perbelanjaan, atau tempat kuliner? Mengunjungi museum bisa menjadi pilihan untuk mengisi waktu luang sekaligus mengenal sejarah dan budaya dengan cara yang berbeda.

Kota Malang memiliki sejumlah museum dengan tema yang beragam. Mulai dari peninggalan arkeologi masa kerajaan, benda-benda bersejarah perjuangan Indonesia, hingga koleksi musik dari berbagai zaman.

Bagi pelajar, mahasiswa, keluarga, maupun wisatawan yang tertarik dengan sejarah dan budaya, berikut tiga museum di Kota Malang yang bisa masuk daftar kunjungan.

1. Museum Mpu Purwa

Museum Mpu Purwa menjadi salah satu pilihan bagi pengunjung yang tertarik mengenal sejarah kerajaan dan peninggalan arkeologi di wilayah Malang.

Berlokasi di kawasan Perumahan Griya Santa, Jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Lowokwaru, museum ini menyimpan berbagai koleksi berupa arca, prasasti, dan benda purbakala lainnya.

Koleksinya berkaitan dengan perjalanan sejarah sejumlah kerajaan di Jawa Timur, mulai dari masa Mpu Sindok hingga Majapahit.

Beberapa benda yang dapat dikenal pengunjung antara lain arca Ganesha, Agastya, Nandiswara, Mahakala, serta Prasasti Muncang.

Museum ini cocok bagi pengunjung yang ingin memahami peninggalan sejarah Malang melalui benda-benda yang memiliki nilai arkeologis. Pelajar dan mahasiswa juga dapat menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata edukasi untuk mengenal sejarah lokal.

Lokasi: Perumahan Griya Santa, Jalan Soekarno-Hatta No. 210, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

2. Museum Brawijaya

Bagi yang tertarik dengan sejarah perjuangan Indonesia, Museum Brawijaya bisa menjadi pilihan berikutnya.

Museum yang berada di kawasan Jalan Ijen ini menyimpan berbagai benda bersejarah yang berkaitan dengan perjuangan bangsa, khususnya sejarah militer dan perjuangan di Jawa Timur.

Salah satu koleksi yang paling dikenal adalah Gerbong Maut, yaitu gerbong yang berkaitan dengan peristiwa pengangkutan tahanan pejuang Indonesia dari Bondowoso menuju Surabaya pada masa perjuangan kemerdekaan.

Selain itu, pengunjung dapat mengenal berbagai koleksi senjata, kendaraan militer, dan perlengkapan perang yang menjadi bagian dari sejarah perjuangan.

Kunjungan ke Museum Brawijaya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi perjuangan pada masa lalu melalui benda-benda peninggalan yang disimpan di dalam maupun di area museum.

Lokasi: Jalan Ijen No. 25 A, Gading Kasri, Kecamatan Klojen, Kota Malang.

3. Museum Musik Indonesia

Tidak semua museum membahas sejarah kerajaan atau perjuangan. Museum Musik Indonesia menawarkan pengalaman yang berbeda dengan menghadirkan berbagai koleksi yang berkaitan dengan perkembangan musik.

Museum ini menyimpan beragam koleksi rekaman musik, mulai dari piringan hitam, kaset, CD, hingga berbagai benda yang berkaitan dengan perjalanan musik Indonesia.

Pengunjung juga dapat mengenal koleksi musik dari berbagai periode dan latar belakang. Hal ini menjadikan museum tersebut menarik bagi pencinta musik, kolektor, maupun pengunjung yang ingin mengetahui bagaimana perkembangan media rekaman dari masa ke masa.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian adalah gramofon, alat pemutar rekaman klasik yang menjadi bagian dari sejarah teknologi musik.

Pada Januari 2026, Museum Musik Indonesia meresmikan lokasi barunya di Jalan Soekarno-Hatta Indah IV No. 18, Kota Malang. Perpindahan ini juga memberikan ruang yang lebih representatif untuk menampung koleksi yang terus berkembang.

Lokasi: Jalan Soekarno-Hatta Indah IV No. 18, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang.

Museum Mana yang Cocok untuk Dikunjungi?

Ketiga museum tersebut memiliki tema yang berbeda sehingga pengunjung dapat memilih sesuai minat.

  • Museum Mpu Purwa: cocok bagi pencinta sejarah kerajaan, arkeologi, dan peninggalan purbakala.
  • Museum Brawijaya: cocok bagi pengunjung yang ingin mengenal sejarah perjuangan Indonesia dan koleksi militer.
  • Museum Musik Indonesia: cocok bagi pencinta musik, kolektor rekaman, serta pengunjung yang tertarik dengan perkembangan musik dari masa ke masa.

Jika ingin mengunjungi museum bersama keluarga atau rombongan sekolah, sebaiknya rencanakan perjalanan terlebih dahulu. Hubungi pengelola untuk memastikan jadwal kunjungan, ketentuan rombongan, dan kemungkinan layanan pemandu.

Tips Sebelum Berkunjung ke Museum

Agar pengalaman berkunjung lebih nyaman, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan:

Periksa jadwal kunjungan. Pastikan museum sedang menerima pengunjung dan periksa jam operasional terbaru sebelum berangkat.

Cari tahu ketentuan tiket. Biaya masuk dan kebijakan kunjungan setiap museum dapat berbeda. Periksa informasi dari pengelola agar dapat menyiapkan anggaran.

Patuhi aturan museum. Beberapa koleksi merupakan benda bersejarah yang memerlukan perlindungan khusus. Hindari menyentuh benda pameran tanpa izin dan perhatikan aturan fotografi.

Luangkan waktu untuk membaca informasi koleksi. Jangan hanya berkeliling mengambil foto. Keterangan yang tersedia dapat membantu memahami latar belakang dan nilai sejarah setiap benda.

Mengenal Malang Melalui Wisata Edukasi

Wisata di Kota Malang tidak selalu harus berfokus pada destinasi alam atau tempat hiburan. Mengunjungi museum juga dapat menjadi cara menarik untuk mengenal perjalanan sejarah dan perkembangan budaya.

Museum Mpu Purwa menawarkan pengalaman mengenal peninggalan kerajaan, Museum Brawijaya menghadirkan kisah perjuangan bangsa, sedangkan Museum Musik Indonesia memperkenalkan perjalanan musik melalui berbagai koleksi rekaman.

Ketiganya bisa menjadi alternatif tujuan saat ingin menikmati Kota Malang dengan kegiatan yang lebih edukatif dan menambah pengetahuan.